Twitter Blokir Akun Milik Penulis Naomi Wolf

Twitter juga banyak dijadikan orang sebagai media untuk membagikan informasi. Meski begitu, bagi Anda pengguna media sosial platform Twitter juga tidak boleh menyebarkan informasi secara semabarangan. Karena bisa terlibat dengan hukum dan akun twitter kalian mungkin saja di blokir seperti yang dialami oleh Penulis Naomi Wolf.

Twitter Blokir Akun Milik Penulis Naomi Wolf

Naomi Rebekah Wolf adalah seorang penulis dan jurnalis feminis Amerika. Wolf terkenal pada tahun 1991 sebagai penulis The Beauty Myth. Dengan buku itu, ia menjadi juru bicara utama dari gelombang ketiga dari gerakan feminis. Sejak itu, ia menulis buku-buku lain termasuk buku terlaris dengan judul The End of America pada 2007 dan Vagina: A New Biography.

Saat karirnya tengah melonjak naik, Naomi pun meninggalkan kebiasaannya bermain Judi Slot Online Resmi. Karena Ia sadar kalau kebiasaan ini tidak baik bagi karirnya. Apalagi saat ini dia sering masuk media untuk proses dan wawancara mengenai beberapa buku yang berhasil Ia jual sampai sekarang.

Akhir-akhir ini viral berita tentang akun twitter Naomi Wolf yang di blokir oleh management twitter. Akun Naomi Wolf diblokir setelah menyebarkan mitos tentang pandemi, vaksin, dan penguncian wilayah. Naomi beberapa kali mengunggah konten yang berkaitan dengan misinformasi terkait Covid-19. Konten yang di Unggah olehnya itu juga sudah banyak ditanggapi oleh masyarakat pengguna twitter.

Twitter Blokir Akun Penulis Naomi Wolf, Penyebaran Konten Hoaks Vaksin Covid-19

Diketahui postingan terakhir Naomi Wolf yang dianggap tidak masuk akal dan menyebarkan Hoaks adalah: “urin atau tinja orang yang divaksinasi perlu dipisahkan dari saluran pembuangan umum atau saluran air sampai dampaknya pada orang yang tidak divaksinasi melalui air minum diketahui”.

Twitter Blokir Akun Penulis Naomi Wolf

Baca Lainnya Yang Mungkin Anda Lewatkan: Twitter Diblokir di Negara Nigeria Karena Hapus Cuitan Presiden

Langkah cepat diambil oleh management twitter untuk langsung memblokir akun Naomi Wolf. Tentunya tindakan dari management twitter mendapatkan tanggapan dari kalangan pengguna twitter dan sosial media lainnya. Ada yang mendukung penuh langkah yang dilakukan oleh pihak twitter, bahkan ada juga yang mengecam sikap Twitter.

Twitter telah memperluas kebijakannya seputar berita palsu dengan memasukkan vaksinasi. “Tweet yang menyebarkan narasi berbahaya, salah atau menyesatkan tentang vaksinasi Covid-19 akan dihapus,”kata juru bicara Twitter. Pada halaman online kebijakan informasi menyesatkan Covid-19, Twitter mengatakan bahwa konten yang terkait dengan virus diberi label atau dihapus.